KOREA INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY

Lembaga yang memberikan beasiswa Korea Selatan yang ditawarkan bagi negara-negara berkembang, KOICA.

KOREA NATIONAL UNIVERSITY OF EDUCATION

Kampus yang menjadi salah satu pusat pendidikan dan pelatihan educators Korea bertingkat International yang terletak di Kota Choengju.

OVERSEAS TRAINING TEACHER PROGRAM AUT NZ

Program kerjasama Kemendikbud dan Auckland University of Technology New Zealand yang diadakan untuk melatih guru vokasi Indonesia selama 3 minggu.

Monday, February 6, 2012

MAHASISWA DAN BEASISWA

Sudah menjadi sunatulloh bagi makhluk hidup didunia, "yang kuatlah yang menang", karena itu dalam sebuah hadist, Bersabda Rasulullah“Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”HR. Muslim


dengan bersaing, kita akan menjadi leih kuat. nah maka dari itu kawan mari bersaing dalam kebaikan dan kebenaran. satu ajang yang patut kita perebutkan bersama,  BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (ppa) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) TAHUN 2012, semangat^^

Thursday, February 2, 2012

TIM KKN PPL MAHASISWA UNY SMK MUHAMADIYAH 3 YOGYAKARTA 2012 PART 2


Keinginan membentuk sebuah kesatuan timbul dari hasrat manusia yang memiliki kesadaran penuh bahwa dirinya memiliki kekurangan, berlimpah kelemahan, namun memiliki impian yang besar. Impian dan keinginan agar KKNPPL kami sukses membuat kami bersatu. Berpadu dengan segala kelemahan dan kekurangan yang kami miliki. Mari kita lakukan bersama kawan^^.  ohh ya ini ada  file yang pastinya bermanfaat kawan. silahkan unduh. BISA!

TIM KKN PPL MAHASISWA UNY SMK MUHAMADIYAH 3 YOGYAKARTA 2012 PART 1


Semangat mengabdikan diri ada pada tiap-tiap diri kami tiM KKNPPL Mahasiswa UNY di SMK Muh.3 Yogyakarta ditahun 2012 ini. Bermodalkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang kami pelajari sejauh ini dikampus pendidikan UNY, kami memberanikan diri belajar menjadi guru sesungguhnya di SMK Muga Yk. Awal yang menyenangkan, dan aku yakin kedepan akan lebih menyenangkan. Mari laukan bersama kawan-kawanku^^. ohh ya ini ada beberapa file untuk pedoman kawan. silahkan di download

Friday, December 16, 2011

TUGAS OBSERVASI KELAS DI SMK 1 PIRI YOGYAKARTA

A. PENDAHULUAN

Belajar merupakan proses yang dilakukan manusia dari mulai lahir hingga meninggal nantinya. Belajar dapat dilakukan secara formal, informal ataupun nonformal. Belajar secara formal dilakukan di sekolah atau lembaga pendidikan, belajar secara informal dapat dilakaukan di lembaga pengembangan keterampilan, sedangkan belajar secara nonformal dapat dilakukan dimanapun, kapanpun dengan siapapu. Namun dalam kasus ini kami memfokuskan pada pembelajaran formal yang terjadi didalam kelas.
Belajar sangan erat hubungannya dengan Proses Belajar Mengajar (PBM). Selain itu belajar berhubungan dengan pembelajaran. Menurut Sudjana (1989) yang termasuk dalam komponen pembelajaran adalah, “tujuan, bahan, metode dan alat serta penilaian“. Metode mengajar yang digunakan guru hampir tidak ada yang sisa-sia, karena metode tersebut mendatangkan hasil dalam waktu relatif singkat atau dalam waktu yang relatif lama. Hasil yang dirasakan dalam waktu dekat dikatakan sebagai dampak langsung (Instructional effect) sedangkan hasil yang dirasakan dalam waktu yang relatif lama disebut dampak pengiring (nurturant effect) biasanya berkenaan dengan sikap dan nilai (softskill).

Sebelum memaparkan hasil observasi, terlebih dahulu kami akan menentukan dulu acuan penilaian yang digunakan. Dalam perkuliahan Metodologi Pembelajaran oleh Bapak Wardan Suyanto, Ed.D., dijelaskan bahwa beberapa aspek yang dibutuhkan guru yang diperlukan. Aspek tersebut meliputi teori learning style, keterampilan dasar mengajar, motivasi.

B. PROFIL OBJEK SURVE
Sekolah : SMK PIRI 1 Yogyakarta
Guru : Bapak Cahyono Dwi Atmoko, S.Pd.
Mata Pelajaran : Teori Bensin
Kelas : 11
Ruang : 14
Jumlah Siswa : 24 Siswa
Hari, Tanggal : Selasa, 22 November 2011
Jam : 13.00- 14.00

C. DASAR TEORI
1. Teori Learning Style
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa ternyata kita memiliki cara belajar dan berfikir yang berbeda-beda. Kita akan merasa lebih efektif dan lebih baik dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan, namun orang lain merasa lebih baik dengan membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan optimal jika kita belajar langsung mempraktekkan apa yang akan dipelajari. Bagaimana cara kita belajar akan sangat mempengaruhi struktur otak kita. Hal inilah yang kemudian kita kenal sebagai Learning Style (Gaya Belajar).
Dalam menyikapi berbagai macam mengenai gaya belajar, tentulah harus ditambah dengan logika dan kebudayaan cara kerja kita, dan yang paling penting dari semua diatas adalah suatu cara kerja otak kita yang mana dalam hal ini kita sebut dengan modalitas belajar. Secara singkat modalitas belajar adalah, suatu cara bagaimana otak menyerap informasi yang masuk melalui panca indera secara optimal. Menurut Howard Gardner modalitas belajar tersebut dapat dikarakteristik menjadi gaya belajar Auditory (pendengaran), Visual (penglihatan), Reading (membaca) dan Kinesthetic (gerakan).
2. Teori Komunikasi
Pembelajaran juga dapat dilihat dari ilmu komunikasi, mengingat bahwa pembelajaran adalah proses transfer informasi. Komunikasi sendiri merupakan proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media dengan tujuan tertentu. Pengertian tersebut mengidentifikasikan kepada kita bahwa yang termasuk unsur-unsur komunikasi adalah komunikator, pesan, media, komunikan, dan tujuan dari proses komunikasi itu sendiri.
Dalam makalah berjudul “Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran” (Miftah: 2010) dijelaskan beberapa hal penting dalam komunikasi pembelajaran. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses informasi untuk komunikasi pembelajaran, antara lain: 1) hal yang akan disampaikan sampai kepada penerima tanpa ada pembiasan isi; 2) hal yang akan disampaikan setingkat dengan kemampuan siswa dalam menelaah (tingkat intelegensi siswa, pengalaman-pengalaman yang pernah diperoleh); 3) siswa terikat secara aktif dalam proses belajar dengan cara menghubungkan apa yang mereka dapat sebelumnya pernah dikaji dengan hal baru yang akan disampaikan; 4) siswa diminta menunjukkan kemajuan sehingga pencapaiannya dapat dianalisis; dan 5) siswa diberi waktu luang yang cukup untuk berlatih dengan kondisi beragam untuk meyakinkan proses tranfer yang sedang terjadi.
3. Paradigma Baru Student Center
Teori ini menjelaskan bahwa kelas seharusnya menggunakan siswanya sebagai pusat belajar bukannya bertumpu pada pangajar.
4. Teori Keterampilan Dasar Mengajar
Keterampilan dasar mengajar (Wardan Suyanto: 2011) tersebut meliputi delapan aspek, antara lain.
a. Keterampilan bertanya.
b. Keterampilan memberi penguatan.
c. Keterampilan mengadakan variasi.
d. Keterampilan menjelaskan.
e. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
f. Keterampilan membina diskusi kelompok kecil.
g. Keterampilan mengelola kelas.
h. Keterampilan memimpin kelompok kecil dan perorangan.

5. Motivasi Siswa
Motivasi merupakan dorongan yang mendasari seseorang melakukan sesuatu. Motivasi sendiri dibagi menurut asalnya menjadi dua, Internal dan Eksternal.motivasi juga berhubungan dengan proses untuk meningkatkan dan keinginan untuk bertindak, memberikan arah dan tujuan dari berbuat sesuatu, mempertahankan perbuatan tertentu, dan mengarahkan untuk memilih suatu tingkahlaku atau perbuatan tertentu. Guru tertarik pada motivasi yang terkait dengan “bagaimana memotivasi peserta didik agar belajar”. Secara garis besar untuk mendapatkan motivasi siswa dalam belajar yang harus dilakukan adalah.
1) Melibatkan ketertarikan murid dalam materi.
2) Tingkatkan ketertarikan siswa.
3) Membuat murid aktif, mencari tahu dan berpetualang dengan rasa ingin tahunya sendiri.
4) Menggunakan pertanyaan sebagai pancingan.
5) Memberikan materi secara menyenangkan.

D. HASIL PENGAMATAN
• Kurang dimaksimalkan.
• Guru hanya memimpin secara klasikal.
• Posisi siswa menggerombol (antara yang membaut gaduh dibelakang dan yang menyimak pelajaran dibagian belakang ).
• Dalam pembelajaran yang kami observasi, pembelajaran merupakan pengulangan mengenai materi yang sudah diajarkan sebelumnya, sehingga bertanya menjadi proses yang paling sering terjadi di kelas.
• Guru memprioritaskan memberikan pertanyaan pada siswa yang membuat gaduh.
• Tujuan pertanyaan hanya untuk mengkondisikan siswa agar tidak gaduh dan mengukur penguasaan kompetensi yang dimiliki siswa.
• Jenis pertanyaan yang digunakan kebanyakan adalah “apa”.
• Respon yang diberikan siswa terhadap guru kurang baik. Pertanyaan ditanggapi dengan gurauan yang memaksa guru membuat melemparkan kembali pertanyaan tersebut kepada anak yang tenang dan memperhatikan.
• pembelajaran. \Penguatan dilakukan secara verbal.
• Siswa kurang merespon penguatan tersebut
• Variasi yang dilakukan guru dilakukan dengan mengajar sambil berdiri, berpindah tempat (bagian dari variasi gaya mengajar).
• Variasi suara kurang dimaksimalkan.
• Variasi pola interaksi dan kegiatan kurang dimaksimalkan.
• Guru melakukan penjelasan terlalu detail mengenai materi padahal pelajaran hanya mengulangi materi.
• Penjelasan tidak begitu dihiraukan oleh para siswa.
• Jadwal dimulainya kelas adalah pukul 13.00 namun pukul 13.10 baru dibuka dan dimulai.
• Guru membuka dengan salam dan doa namun siswa kurang memperhatikan.
• Sebelum pelajaran dimulai presensi dibacakan. Siswa mulai bertingkah, ada yang tidur, sms-an,bercanda dengan teman, mengejek menggunakan “plesetan” nama siswa yang dipanggil.
• Sepuluh menit sebelum jam berakhir (13.50) siswa sudah mulai resah dan membuat kondisi kelas gadung dan tidak kondusif.
• Menutup kelas dengan memberi nasehat dan peringatan bahwa minggu depan UAS sehingga catatan dan belajar siswa harus ditingkatkan lagi.
• Doa sebelum pulang sama seperti doa sebelum dimulai pelajaran kurang diperhatikan. Guru berusaha mengelola kelas namun masih kewalahan.
• Siswa yang susah dikelola dan membuat kegaduhan adalah 9 anak dari 24 siswa.

E. PEMBAHASAN
1 Learning Style
Secara psikologi, siswa STM (SMK keteknikan) memiliki gaya belajar yang mengutamakan penglihatan (visual). Secara penerapannya sudah benar, karena guru menggunakan media visual seperti papan tulis dan buku gambar. Siswa yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar. Karakteristik siswa SMK Piri yang kami amati antara lain.
• Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
• Senantiasa melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya
• Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu
• Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
• Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan
2 Komunikasi
Komunikasi dalam kelas kurang berjalan secara efektif. Dari lima hal yang dalam dasar teori di atas dicoba dilakuka oleh pengajar, namun komunikasi tersebut kurang efektif karena siswa tidak menjadi komunikator dan penerima komunikasi yang baik.
1) hal yang akan disampaikan sampai kepada penerima tanpa ada pembiasan isi. Tidak terjadi karena siswa sibuk dan gaduh sendiri.
2) hal yang akan disampaikan setingkat dengan kemampuan siswa dalam menelaah (tingkat intelegensi siswa, pengalaman-pengalaman yang pernah diperoleh). Kemampuan siswa yang beragam membuat perjalanan penyampaian pelajaran tidak efektif. Keberagaman ini karena ada siswwa yang malas dan ada yang rajin.
3) siswa terikat secara aktif dalam proses belajar dengan cara menghubungkan apa yang mereka dapat sebelumnya pernah dikaji dengan hal baru yang akan disampaikan. Pemberian pertanyaan ditanggapi dengan tidak serius.
4) siswa diminta menunjukkan kemajuan sehingga pencapaiannya dapat dianalisis. Kemajuan tidak dapat dideteksi karena siswa kurang menghargai guru dan bercanda sepanjang jam pelajaran,
5) siswa diberi waktu luang yang cukup untuk berlatih dengan kondisi beragam untuk meyakinkan proses tranfer yang sedang terjadi. Waktu luang yang diberikan digunakan bukan untuk belajar,
3 Student Center
Pelaksanaan pembelajaran berkonsentrasi pada siswa tidak dapat dilaksanakan karena kondisi peserta didik yang belum dapat dikondisikan.
4 Keterampilan Dasar Mengajar
No Keterampilan dasar mengajar Keterangan
1 Bertanya Komentar
Bertanya sebagai keterampilan mengajar guru harusnya tidak didasarkan hanya pada mengkondisikan kelas dan menguji kompetensi siswa saja namun ada tujuan lain seperti mendiagnosis kesulitan siswa, mengarahkan pemelajaran dan mendorong siswa mengemukakan mendapat.
Jenis pertanyaan yang digunakan harusnya tidak hanya mengingat (apa) namun juga menganalisis (mengapa, bagaimana).
2 Memberi penguatan Komentar
Pemberian penguatan melalui sentuhan harusnya lebih dimaksimalkan lagi. Siswa yang gaduh biasanya dikarenakan kurangnya perhatian dari orang disekitarnya. Untuk itu sentuhan akan penting untuk mereka dan akhrnya membuat suasana tenang.
3 Mengadakan variasi Komentar
Variasi gaya mengajar dilakukan hanya menggunakan perubahan posisi dan gerak tubuh namun suara dan ekspresi masih bisa ditingkatkan.
Variasi media harusnya mampu menambah fokus peserta didik. Media yang hanya papan tulis membuat variasi media begitu kurang.
Hal yang sama terjadi pada variasi pola interaksi. Pola perorangan, kelompok kecil, kelompok besar harusnya dapat dimaksimalkan.
Jadi harusnya guru dapat menggunakan ketiga aspek variasi di atas.
4 Menjelaskan Komentar
Proses pembelajaran yang harusnya mengulang materi sebelumnya berubah menjadi pembelajaran yang menjelaskan kembali dari awal. Kesan menjelaskan secara detail begitu nampak dalam PBM.
Langkah yang dapat diambil oleh guru adalah dengan menjelaskan tidak secara keseluruhan tapi hanya bagiannya saja. Kemudian penjelasan dilanjutkan dengan pertanyaan pancingan untuk siswa.
5 Membuka dan menutup kelas Komentar
Membuka PBM harusnya menjadi proses yang dilakukan dengan hikmat agar proses PBM berjalan lancar dan kondusif sedangan pada observasi kemarin tidak dilakukan dengan baik.
Pada penutupan pembelajaran juga tidak kondusif. Siswa bahkan pergi saat guru mengucapkan sala.
Pembukaan dan penutupan kelas seharusnya digunakan guru dengan baik. Langkah yang dilakukan guru dapat memperingatkan dengan bijak betapa pentingnya doa dan mulianya proses belajar yang akan dan telah dilaksanakan oleh para murid.

6 Membina diskusi kelompok kecil Komentar
Diskusi kecil dalam kelas yang kami observasi kurang bisa digunakan karena pembelajaran yang dilakukan adalah pengulangan materi pra-UAS.
7 Mengelola kelas Komentar
Guru yang datar harusnya lebih memperhatikan aspek berikut untuk mengelola kelas, aspek tersebut adalah.
 Hangat dan antusias
 Menantang mahasiswa berpikir
 Adanya variasi
 Keluwesan
 Penekanan hal-hal positif
 Penanaman disiplin diri sendiri
8 Memimpin kelompok kecil dan perorangan Komentar
Memimpin secara perorangan atau individu serta kelompok kecild dapat ditambahkan dalam proses KBM yang kami observasi. Langkah yang dapat diambil antala lain.
 pilih topik yang sesuai dan menarik bagi siswa.
 akhiri dengan rangkuman, pemantapan, laporan.
 kenali karakter siswa secara individual terlebih dahulu.
 berikan kesempatan kepada siswa bekerja secara bebas namun sesuai konteks yang dibicarakan.

5 Memotivasi
Kemampuan memotivasi didasari pada pemberian secara eksternal, namun pada internalnya masih sangat kurang. Jadi motivasi belajar siswa terlihat masih sangat rendah.


F. KESIMPULAN
Dari observasi yang kami lakukan, dapat kami simpulkan bahwa untuk menjadi seorang guru yang baik membutuhkan teori learning style, komunikasi, keterampilan mengajar seorang guru dan motivasi. Pada kelas yang kami observasi di SMK 1 Piri guru belum memaksimalkan keempat aspek di atas agar proses pembelajaran berjalan secara optimal.untuk mendapatkan pembelajaran yang optimal maka harus dilakukan bukan hanya oleh guru namun juga lewat kerjasama peserta didik.

Tuesday, December 6, 2011

YLS 2011; BOGOR-JAKARTA (part 1)

Tidak banyak komentar yang akan dituliskan dalam naskah ini mengenai alasan mengapa kami (aku dan teman baruku yang berasal dari Aceh) berada di Puncak Cisarua Bogor, Jawa Barat. Pada dasarnya aku dan Reza bertemu disana karena kami menjadi salah satu dari 200 peserta terpilih dalam YLS (Young Leaders Summit) 2011, yang diadakan oleh GPF (Global Peace Festival). Mahasiswa HI (Hubungan Internasional) UMY 2010 ini mempunyai senyum riang layaknya cover boy di majalah anak muda. Lugas, dia pria yang mudah bergaul dan diterima oleh lingkungannya. Hal itu dirasakan juga oleh aku. Pertama bertemu saat akhir dari acara YLS 2011 tersebut. Agak kaget sih karena dari data yang terakhirku baca (mungkin aku yang salah baca), peserta YLS 2011 dari Yogyakarta hanya 11 orang, 7 dari UGM, 3 dari UNY dan 1 dari UII. Pertama kali berjabat tangan pertanyaan di atas terlontar dengan jelas, “emang dari UMY ada poh?”, tidak bermaksud merendahkan atau meninggung namun kepolosanku sekarang kurang etis juga ternyata.

Kecanggungan tak terasa bagi kami, mahasiswa yang terbiasa menyesuaikan keadaan dengan lingkungan baru. Apa lagi setelah aku tahu dia akan menjadi teman perjalananku esok hari. Dari vila kartika (semoga saja aku tidak salah ingat) kami turun menuju jalan besar, mungkin tidak banyak yang aku ingat tentang dia. Dalam perjalanan bus menuju gadok pun sama, karena tempat duduk kita jauh. Gadog menuju Terminal Besar Barangsiang Bogor mencatat hal yang sama, mungkin malah tidak mungkin karena dalam satu angkutan kota yang normalnya berisi 9-10 orang, waktu itu diisi oleh 15 orang (wow!!!) belum lagi ditambah barang-barang kami yang berkoper ekstra besar serta supirnya.
Setelah tahu dia anak HI tanpa ragu, tanpa malu langsung aku minta dia menemaniku mengasah kemampuan bahasa Inggrisku yang ala kadarnya. Untunglah dia berpengalaman topik-demi topik kita lalui dengan bantuannya menyampaikan maksud dari apa yang ingin aku sampaikan. Tidakku pungkiri kadang bahasa Indonesia juga sering terucap, maklum jarang berlatih bahasa Inggris sih. Nyaman, ya nyaman. Perjalanan yang mengerikan (supir angkutannya ngeri banget waktu dijalan), dilalui dengan penuh senyuman. Seringkali kami menghentikan topik untuk sekedar membaca dan membalas SMS, serta mengomentari cara mengemudi dan keadaan transportasi di Bogor. Dalam semakin dalam pembicaraan kamisampai kami berbicara mengenai keluarga kami, ibu kami yang paling kami sayang hingga sosok pahlawan kami yang sudah lebih dahulu meninggalkan dunia ini. Luar biasa. Kami terbuka untuk hal-hal yang begitu privasi.
Tidak ingin perbincangan kami berlalu, maka kami memutuskan untuk menginap didekat UIN Syarif Hidayatulloh, ditempat mba Mela. Setelah sholat di masjid, kami dijemput, ya belum jodoh bertemu mba mela, kami hanya bertemu mas Rendra. Sebelum tidur ditempatnya, hanya mie instan yang dapat kami masukan dalam perut kami. (menyesal hanya itu yang bisa disajikan). Dalam hati berkata, "maaf kawan". Istirahat...

Tuesday, November 22, 2011

UKM PENELITIAN UNY

“Organisasi adalah tempat berbagi dan mewujudkan mimpi”, kalimat tersebut juga berlaku bagi Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian atau yang lebih akrab disebut UKMP UNY. UKMP adalah organisasi yang mewadahi aktivitas mahasiswa yang memiliki potensi dan atau keinginan dalam mengembangkan sebuah karya ilmiah. Sebuah organisasi dibidang penalaran yang menjadi tempat bagi mahawawa UNY untuk berbagi motivasi dan visi dalam bidang karya tulis dan penelitian. Selain berbagi UKMP juga menjadi jembatan untuk mewujudkan mimpi dalam ranah karya tulis dan penelitian.


Keinginan membentuk sebuah kesatuan timbul dari hasrat para mahasiswa UNY yang memiliki prestasi dan peduli dengan pencitraan nama almamater mereka. Sadar akan keterbatasan yang mereka memiliki sebagai mahasiswa dalam hal kemampuan dan masa studi, maka para mahasiswa tersebut membuat sebuah forum diskusi. Melihat potensi dan geliat para mahasiswanya, pihak birokrasi mejembatani minat bakat ini dalam sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian. Secara resmi UKM Penelitian berdiri berdasarkan SK Rektor No 223 tahun 1993 tanggal 20 Oktober 1993.
UKMP sebagai organisasi UKMP tentunya mempunyai sebuah visi dan Misi. Visi dan Misi tersebut adalah Memasyarakatkan dan mengembangkan karya ilmiah dan penelitian mahasiswa UNY serta menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi masyarakat dalam Mendukung kemandirian organisasi. Memberdayakan anggota UKM Penelitian dan Mahasiswa UNY dalam menciptakan karya-karya terbaik. Memberikan manfaat nyata UKM Penelitian terhadap kampus UNY dan masyarakat luas.
Untuk mewujudkan Visi dan Misi ini UKMP UNY membentuk bidang atau departemen. Bidang dalam UKMP UNY terdiri dari Bidang 1 menangani Keorganisasian (Kesra, HRD dan Humas), Bidang 2 menangani Penalaran dan Bidang 3 menangani Kewirausahaan. Dipimpin oleh masing-masing kabid dan dibersamai oleh sekbid tiap bidang berusaha mewujudkan Visi dan Misi UKMP UNY.
Penjelmaan dari Visi dan Misi ini adalah program kerja UKMP UNY. Program kerja ini dibentuk oleh setiap bidang dan sub bidang. Bidang 1 yang terdiri dari HRD, Kesra dan Humas mempunyai proker antara lain PDP (Profesional Development Programs), LPJ Tengah Tahun, Keakraban, PAB (Penerimaan Anggota Baru), web www.ukmpenelitian.uny.ac.id dan pengelolaan facebook, Kerjasama Instansi, Majalah dan Buletin “Sintesa”, Pengelolaan Papan Pengumuman, Pelatihan jurnalistik dan layout, D2S (Display,Defile dan Standisasi), Kliping Prestasi UKMP, Kajian Kerohanian, Inventarisasi perpustakaan, Pelepasan wisuda, UKM Reward, KTA dan PIN, Temu Alumni, Anggota dan HUT UKMP.
Bidang 2 UKMP UNY mempunyai proker Studi Ilmiah (SI), Diklat Calon Tentor (DCT), Diskusi Ilmiah (DI), Research Exploratoin (RE), Research Competition (RC), Seminar dan Workshop Metodologi Penelitian (SWMP). Sedangkan Bidang 3 sendiri mempunyai proker Pembinaan KIR, Jasa – jasa ,Bimbel, Pelatihan SPSS, Bazar dan kegiatan insidental lainnya.
Sejalan dengan ukiran prestasi yang ditorehkan, UKMP terus berusaha membangun budaya meniliti di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta. Budaya yang harus dikembangkan dan dimiliki oleh setiap mahasiswa ini menjadi tanggungjawab besar bagi UKMP UNY. Teringat sebuah kalimat dari Pramudya Anata yang menginspirasi kami untuk berkarya “Menulislah, jika tak menulis, maka kamu akan ditinggalkan sejarah”.

Salam UKM Penelitian,
Salam Kreativitas Tanpa Batas!

Friday, November 4, 2011

PENGENDALIAN MUTU PRODUK DAN JASA INDUSTRI OTOMOTIF


 A.    PENDAHULUAN
Perusahaan pada hakekatanya terdiri dari kumpulan orang-orang dan peralatan operasionalnya. Sehingga upaya pencapaian tujuan dalam memaksimalkan keuntungan dan berhasil atau tidaknya suatu misi perusahaan untuk mencapai tujuan atau  Pengendalian mutu  oleh individu-individu yang menjalankan manajemen yang dilaksanakan perusahaan.

Monday, October 31, 2011

HEDONISME DAN HEROISME PEMUDA INDONESIA

Saat kita melihat kondisi pemuda saat ini, maka bayangan keprihatinanlah yang akan kita temukan. Para pemuda berada dapa titik yang kritis dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia. Para pemuda bangsa dekat dengan citra-citra negatif seperti perkelahian, penggunaan obat-obatan terlarang, foya-foya dan lain sebagainya. Padahal dilain sisi potensi Indonesia begitu besar. Dalam pendataan penduduk oleh Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia terhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857. Jumlah ini terdiri atas 132.240.055 laki-laki dan 127.700.802 perempuan. Kondisi ini juga diprediksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, jumlah penduduk Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar sedunia setelah China dan India jika laju pertumbuhannya tak bisa ditekan secara signifikan.

Posisi ini tidak mungkin dapat diisi dengan baik oleh pemuda saat mereka sendiri masih berkutat dengan masalah mereka sendiri. Pemuda yang bertugas sebagai Agen of Change dan Iron Stock bagi bangsa masih terlena dan tersibukan oleh kesenangan dan ketidak pedulian terhadap lingkungannya. Bagaimana mereka bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi negara ini? Bagaimana mereka bisa mewujudkan harapan dan tanggungjawab yang mereka pikul jikalau mereka masih terkurung dalam pikiran kecil mereka yang disebut “kesenangan pribadi”, tanpa berpikir dan berkontribusi untuk negeri.
Pada prinsipnya manusia terdiri dari dua bagian, jiwa dan raga. Hedonisme pada prinsipnya mementingkan kebutuhan fisik dari pada jiwa. Hedonisme di Indonesia saat ini merupakan fenomena paham perilaku yang khas negara berkembang. Perilaku tanggung dalam menangkap modernitas sebagai sebuah nilai. Tingkatan kesuksesan hidup tidak lagi pada keunggulan ruhaniah, tetapi pada kelebihan jasmaniah semata-mata. Norma menjadi longgar, karena apapun dapat dilakukan untuk menuju keberhasilan di bidang jasmani dan materi. Sehingga kesenangan dan kepuasan pribadi menjadi utama dengan mengesampingkan kepentingan bersama, kepentingan bangsanya. Padahal negara ini membutuhkan sebuah kontribusi nyata para pemudanya yang tentunya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk kebaikan bersama. Hal inilah yang sangat sulit untuk diwujudkan dimasa sekarang, dengan budaya hedonisme para pemuda Indonesia yang semakin meningkat.
Hedonisme ini tercermin dalam kebiasaan pemuda Indonesia saat ini. Mulai dari kerusuhan antara pemuda hingga kasus narkoba. Kekerasan dan kerusuhan merupakan buah dari budaya hedonisme yang menghilangkan sifat-sifat sosial dantara bangsa Indonesia. Hal yang lebih ironis lagi adalah pelaku tersebut adalah pelajar. Ratusan pelajar SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 8 Banda Aceh terlibat kerusuhan akibatnya puluhan kaca jendela salah satu lembaga pendidikan itu rusak berat. Kerusuhan itu dipicu akibat sebuah tulisan mengejek di dinding belakang SMA Negeri 4 mengakibatkan puluhan jendela kelas SMA yang dibangun Pemerintah DKI Jakarta itu pecah dan pagar pembatas dua sekolah itu roboh.
Hedonisme yang paling nampak dari para pemuda, intelektual muda adalah penggunaan narkoba. Seperti yang diberitakan tujuh pengguna dan pengedar narkoba yang ditangkap Satnarkoba Polres Sidoarjo. Dua di antaranya pelajar salah satu SMK swasta di Sidoarjo. Lebih mengenaskan lagi Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan, sekitar 60 persen pelajar di wilayah tersebut diduga sebagai pengguna narkoba.
Padahal jikalau kita menengok kembali perjalanan bangsa Indonesia, pemuda sempat menjadi pahlawan dan para perubah sejarah kelam. Peran para pemuda yang begitu besar membuat mereka mendapatkan posisi dan nama yang begitu tinggi dimasanya. Sebut saja era pergerakan organisasi pra-kemerdekaan, Dokter Sutomo yang bernama asli Subroto tokoh pemuda Budi Utomo; Satiman Wiriosandjojo tokoh pemuda Tri Koro Darmo; Ernest Douwes Dekkeratau, Danudirja Setiabudi, Dr. Cipto Mangunkusumo atau Tjipto Mangoenkoesoemo, Soewardi Soerjaningrat tokoh pemuda Indische Partij; dan banyak lagi tokoh-tokoh pemuda bangsa lainnya.
Bangsa yang besar ini tidak akan ‘besar’ dengan pemuda-pemudanya yang ‘kecil’. Teringat dengan sebuah kata-kata bijak, “ orang besar memikirkan hal-hal besar” . Untuk menjadi bangsa yang besar, bangsa Indonesia membutuhkan para pemuda yang besar, untuk bisa menjadi pemuda-pemuda besar meraka harus berpikir besar. Berbeda waktu membuat heroisme yang harus dilakukan pemuda Indonesia sekarang berbeda dengan pemuda Indonesia masa lalu. Dahulu pemuda Indoesia berjuang melawan penjajah, sekarang pemuda Indonesia harus mampu mengisi dan mengharumkan Indonesia sebagai wujud dari Heroisme-nya.
Para pemuda yang berpikir hal-hal besar ini mampu menjawab tantagan dunia dan mengutamakan kepentingan bersama sehingga dapat mengharumkan nama bangsa. Peran-peran pemuda Indonesia ini dapat kita lihat dalam segi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kewirausahaan dan pengabdian pada masyarakat. Dari segi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peran pemuda dapat dilihat dari prestasinya, dua Tim Indonesia meraih empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu pada International Olympiad Astronomy & Astrophysic (IOAA) ke-2 Tahun. Prestasi ditingkat Internasional ini mengharumkan nama Indonesia. Selain dalam prestasi penemuan teknologi juga menjadi peran pemuda Indonesia, Dwi Ratnasari, pemudi asal Surabaya ini berkarya dengan membuat alat yang dapat menditeksi kolesterol tinggi.
Dalam bidang wirausaha banyak sekali pemuda yang menekuni industri kreatif, makanan, pakaian hingga dunia hiburan. Sebut saja Raditya Dika, penulis novel Kambing Jantan ini mampu menjadi contoh pemuda teladan dengan terjun didunia wirausaha melalui dunia kepenulisan dan hiburan. Program Indonesia Mengajar juga menjadi salah satu gerakan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan pemuda Indonesia. Program ini mengirimkan para pemuda kedaerah-daerah terpencil dan membutuhkan tenaga pengajar. Semangat mengabdi muda-mudi Indonesia disalurkan melalui Indonesia Mengajar ini.
Dari paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa peran pemuda Indonesia saat ini bukanlah mementingkan kesenangannya pribadi, namun harus sudah memikirkan kepentingan bangsanya, kepentingan bersama. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui jalannya sendiri-sendiri seperti mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, berwirausaha atau bahkan langsung mengabdikan diri kepada masyarakat. Untuk itu marilah menjadi pemuda Indonesia yang tidak terjebak dalam hedonisme hidup namun mengedepankan heroisme dalam kesehariannya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. 10 Pemuda Dengan Prestai Unik. Diakses dari http://metro.vivanews.com/news/read/75392-10_pemuda_dengan_prestasi_unik . Pada 31 Oktober 2011.
Anonim. 2011. 2 Pelajar Sidoarjo Pakai Narkoba. http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2011-10-17/115007. diakses pada 31 Oktober 2011.
Anonim. 2011. Ratusan Pelajar Terlibat Kerusuhan di Aceh. http://eksposnews.com/view/2/27084/Ratusan-Pelajar-Terlibat-Kerusuhan-di-Aceh.html. di akses pada 31 Oktober 2011.
Ath Thawil, Nabil Subhi.1990. Kemiskinan dan Keterbelakangan di Negara-Negara Muslim. Mizan; Bandung.
Awaliddin Nurul. 2008. The Golden History; Keajaiban Bangsa-Bangsa yang Menggemparkan Dunia. Almatera Publishing; Yogyakarta.
Sardar, Ziauddin. 1991. Tantangan Dunia Islam Abad 21. Yogyakarta: Penerbit Mizan.