KOREA INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY

Lembaga yang memberikan beasiswa Korea Selatan yang ditawarkan bagi negara-negara berkembang, KOICA.

KOREA NATIONAL UNIVERSITY OF EDUCATION

Kampus yang menjadi salah satu pusat pendidikan dan pelatihan educators Korea bertingkat International yang terletak di Kota Choengju.

OVERSEAS TRAINING TEACHER PROGRAM AUT NZ

Program kerjasama Kemendikbud dan Auckland University of Technology New Zealand yang diadakan untuk melatih guru vokasi Indonesia selama 3 minggu.

Showing posts with label pejuang. Show all posts
Showing posts with label pejuang. Show all posts

Wednesday, July 29, 2020

BEASISWA KOREA #15: VISA KOREA SELATAN (KOICA SCHOLARSHIP) STAGE 15: VISA KOREA SELATAN

Sebelum terlalu jauh, kita musti tahu dulu nih soal si visa. Visa itu merupakan tanda bukti 'boleh berkunjung' yang diberikan pada penduduk suatu negara jika memasuki wilayah negara lain yang mempersyaratkan adanya izin masuk. Visa ini bisa saja berbentuk stiker yang dapat di apply di kedutaan negara yang akan dikunjungi atau berbentuk stempel pada paspor di negara tertentu. 

Sebagai panduannya, kita harus membuka web kedubes Korea terleboh dahulu karena segala info update ada disana. Karena kali ini apply yang aku ajukan berdasar pada beasiswa KOICA jadi aku ikutin aja panduan dari sang kordinator program dari KOICA Indonesia Office yang digawangi oleh bu Yulia Hastari. Ok beliau memberikan arahan sebagai berikut:
================================================

PERSYARATAN VISA KOREA – KOICA MASTER DEGREE

(semua dokumen diserahkan ke Yulia paling lambat 9 (Sembilan) hari sebelum keberangkatan)
1.  Formulir Permohonan Visa diisi lengkap terlampir (panduan isian dibawah ini)
2.  Foto 2 lembar (3.5cm x 4.5cm) background putih dan 1 ditempel di formulir
3. Paspor asli 
4. 1 lembar fotocopy paspor halaman identitas
5. Sertifikat kesehatan (TB) dari rumah sakit yang ditunjuk (Asli), informasinya terlampir
6. fotokopy KTP
7. fotocopy Kartu Keluarga
8. Surat keterangan kerja dari kementerian/instansi (dalam bahasa Inggris) 
9. copy ijazah Diploma
9. Fotokopi SK PNS (khusus ASN)
10.Surat Kemenlu utk paspor biru (khusus ASN)
11. Pembiayaan pembuatan visa yaitu admin fee sebesar Rp 196.000/org dikarenakan skrg dilakukan di 3rd party yaitu KVAC (Korea Visa Application Center) di Lotte Avenue lt. 5


TAMBAHAN INFORMASI PENGISIAN VISA:

No. 8 Detail Sponsor:
8.1.1: Korea International Cooperation Agency (KOICA)
8.1.d. 825 Daewangpangyo-ro, Sujeong-gu, Seongnam-si. Gyeonggi-do 13449, Korea
8.1.e. +82-31-7400114

No. 9 Detail of Visit
9.4 825 Daewangpangyo-ro, Sujeong-gu, Seongnam-si. Gyeonggi-do 13449, Korea
9.5 +82-31-7400114

No. 10 Funding Details
10.2.a. Korea International Cooperation Agency (KOICA)
10.2.c. Full Support
10.2.d. +82-31-7400114

================================================

Berkas-berkas diatas juga harus dilengkapi dengan dokumen dari kampus karena kitakan kesana pakai visa pelajar. Dari kamus ada berkas berkas seperti CoA, Invitation letter, Business Registration Card yang sudah saya jelaskan di postingan LoA.

Selang beberapa hari ada lagi berkas yang harus dilengkapi berdasarkan web Kedubes Korea.berkas tersebut adalah:
1. Qonsent to Quarantine
2. Medical Certificate
3. Facility Quarantine Agreement
4. Health Condition Report


Dengan kondisi pandemi ini akhirnay kami yang dari luar Jakarta hanya bisa mewakilkan saja proses apliaksi visa. dengan berbekaL surat kuasa bermaterai kepada bu Yulia.




Mengirim semua dokumen yang diminta pada Jum'at 24 Juli, akhirnya senin sore berkas mendarat di tempat bu Kiki, salah satu awardee juga, karena office KOICA lagi tutup sampai 28 Juli karena ada yang rekatif Covid. Selasa siang langsung beliau menyelesaikan proses pendaftarannya. Tarammmmm................


Selain ada tanda terima, bu Yulia juga mengirimkan kuitansi pembayarannya. Kami cum harus bayar admin fee saja, biaya pembuatan visa di tangggung oleh pihak KOICA.



Tuesday, July 21, 2020

BEASISWA KOREA #14: PASPOR BIRU (KOICA SCHOLARSHIP)

Sekarang salah satu bagian terpanjang dalam kisah ini, ya mengurus Paspor DInas. 👤 Bagi PNS yang akan sekolah ke luar negeri, mengurus paspor dinas adalah salah satu hal yang sangat penting, meskipun dari beberapa teman yang pernah cerita dan beberapa artikel yang pernah saya baca, studi di luar dengan menggunakan paspor biasa (paspor hijau) sebenarnya memungkinkan dan bahkan lebih mudah. Selain tidak perlu ribet bikin banyak surat pengantar dan menunggu lama, kita bisa lebih bebas kalau pulang pergi ke Indonesia tanpa mengurus lagi exit permit. Horor juga kalau harus bolek-balik urus berkas ginian ya.. 

Monday, July 20, 2020

BEASISWA KOREA #13: TUGAS BELAJAR (KOICA SCHOLARSHIP)

Akhir bulan Juni setelah mendapatkan LoA dari KOICA Ind langkah pertama yang bisa terpikirkan adalah mengurus SK Tugas Belajar (Tubel). Tugas belajar bagi PNS adalah bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia, khususnya yang bekerja dalam bidang pelayanan publik. Boleh dong tepuk tangan. Mendorong PNS untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin merupakan komitmen pemerintah dalam menciptakan kondisi birokrasi yang lebih baik lagi, mantap kan...👍

Sunday, July 12, 2020

BEASISWA KOREA #12: BEBAS TB (KOICA SCHOLARSHIP)


kali ini kita akan berkisah mengenai perburuan Surat bebas TB. bagi yang akan apply visa pasti gak bakalan asing dengan berbagai macam permintaan dan persyaratannya. Salah satunya adalah Certificate of Health. Silahkan saja main ke web.

Denger-denger dari senior sesama PNS yang mau tugas belajar wajib memiliki paspor dinas (paspor biru) dan juga surat dari Setneg yang nantinya diperlukan buat penyesuaian ijazah. Dari Koica sendiri mendorong kami untuk mengurus paspor biru terlebih dahulu baru kiejar visa . Katanya untuk keperluan penyesuaian ijazah nantinya, tapi ada juga yang berangkat pake paspor ijo, entahlah, yang pasti alur dari Koica dna titah bu Yulia akan jadi panduan. Prosedur bikin paspor dinas ya tentunya lumayan ribet dan lama.


Setelah mendapatkan Invitation Letter dari KOICA Indonesia, pertama, langsung digunakan untuk mengurus berkas Tugas Belajar di BKD, kedua, mengurus paspor biru via Setda. Di postingan ini bakal lebih di fokuskan ke salah satu berkas yang dipersyaratkan, yaitu Sertifikat Bebas TB. Ok akan lebih afdzol kalau kita langsung merujuk pada web kedubes Korea mengenai pengumuman sertifikat bebas TB ini (http://overseas.mofa.go.kr/id-id/brd/m_2710/view.do?seq=748805&srchFr=&srchTo=&srchWord=&srchTp=&multi_itm_seq=0&itm_seq_1=0&itm_seq_2=0&company_cd=&company_nm=&page=1). \

Dari sana hanya ada beberapa rumah saklit, 12 tepatnya yang dirujuk untuk bisa mengeluarkan sertifikat bebeas TB sebagai syarat penerbitas visa Korea. Ya seperti biasa beruntunglah mereka yang tinggal di Kota-Kota besar, di Pulau jawa ada Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya. Berharap mendapatkan keringanan ( bisa pakai rumah sakit Margono), ku kontak Bu Yulia, namun keberuntungan memang tidak bisa diciptakan. Beliau memberikan pengertian, "Pihak Kedubes bisa saja menerima namun alangkah lebih baiknya jika bapak konfirmasi dulu, ini nomornya 021-3950-4000" jawab beliau dengan sabar. Pasca kontak pihak visa Korea, beliau menjelaskan bahwa hanya ada 12 rumah sakit rujukan dan tidak ada perubahan meskipun dalam masa pandemi Covid-19. Fix Jogja. 




Kali ini kita akan berkisah mengenai PERJALANAN MENCARI SERTIFIKAT TB KE NEGERI NGAYOGYOKARTO. Jogja bukan tanah yang asing, dimana dulu aku menghabiskan 3 tahun 8 bulan menempuh pendididkan sarjanu disana. Nyaman, ya kota istimewa ini selalu punya alasan untukku mengunjunginya. Kali ini, RSUP Sarjito tujuannya. Bertolak dari Purbalingga pukul 06.15, sampai di parkiran Sarjito kulihat tertera tulisan "09.16" di struk parkiran. Tiga jam bukan catatan waktu yang buruk untuk sepeda motor dibawah 120 cc melaju dengan top speed 95 - 100 km/jam di jalur pantau selatan. Jangan lupa bagi yang mau ngurus sertifikat bebas TB atau GCU lainnya, pilihlah parkiran didekat pintu keluar (Food Center Sarjito) agar gak kejauhan cari-cari atau tanya-tanya orang.  


Setelah melewati pintu masuk dan melewati screening covid (tentunya) kita akan menemukan help desk ditengah gedung dan ambillah sisi kanan help desk untuk mengdapatkan fasilitas eskalator (lift tidak disarankan karena pada masa pandemi kerumunan itu potensial). Tengan GCU ada di lantai 4 jadi kamu bakal puas dengan pengalaman naik eskalator.


Setibanya dilantai empat, kalian bakal disambut dengan dengan plang yang memberikan tanda bahwa GCU ada disebelah kiri kalian. Langsung aja ikuti panah tersebut.


Belok kiri dan kemudian ruang GCU akan ada setelah belok kanan sebelum lift. kalaulah tidak ada pandemi makan naik lift dari lantai bawah akan sangat efektif. Ruang GCU terlihat bersih dan sepi dari luar bila dibandingkan dengan poli klink lainnya (disampingnya ada poli mata). Ekslusif seakan memasuki lobi hotel. "Benar-benar Rumah sakit kelas nasional" ujarku dalam hati.



Registrasi dan melengkapi berkas selesai dengan cepat. DIsana dijelaskan bahwa akan memakan proses 3 hari. hari ini Jum'at akan ada tes PPD dan X-Ray. Disambung Sabtu mengumpulkan dahak, TBA 1 & 2. Kemudian Senin konsul dokter dan penerbitan sertifikat. Sambil menunggu giliran saya bertemud engan Pak habibi dari Dirjen Kebudayaan kemendikbud dan mba Fatin dari alumni Batan yang juga akan melakukan tes TB untuk visa Korea. Bedanya mereka menggunakan KGSP atau GKS sebagai penyedia beasiswa. Satu persatu kami dipanggil keruangan, dan aku yakin akan ada suntikan disana. Ya seperti yang sudah dijadikan prosedur dalam pembuatan sertidikat bebas TB di Sarjito. Mereka menggunakan semua metode yang ada untuk indikasi bebas TB mulai dari X-Ray Thorax, TAB, dan PPD. Untuk Thorax sudah biasa dilakukan dan sudah dialami juga pas MCU, jadi gak ada yang istimewa. Untuk PPD kami diberikan dua botol yang bertuliskan "I" untuk dahak sebelum tidur dan "II" untuk setelah bangun tidur.Kemudian Tes Mantox, PPD yang jadi pamungkasnya. SUNTIK nih...



Selesai mendapatkan semua tindakan tersebut,kami diarahkan ke tengah lantai 4 dan meneui kasir mandiri guna membayar biaya. Cuma yang Rp 226.000. Iya itu cuma buat X-Ray dan TBA doang.. Mantox nanti saat akhir proses bareng konsul dokter. Dikasir mandiri tidak ada antrian jadi pelayanan langsung. 


Tidka ingin membuang waktu, menuruni eskalator tes berikutnya dihari pertama ini adalah tes X-Ray diruang radiologi bawah sayap kiri. Sehabis menurusi tiga eskalator. Kita akan belok kiri dan menemukan ruang radiologi dengan tanda panah yang jelas ter tulis. Kalau ragu tanya saja dengan help desk dipusat lantai tersebut.



Seperti biasa untuk pria X-Ray hanya perlu melepas baju atas dan memastikan tidka ada kandungan logam dalam celana. Cuma yang agak beda disarjito perawatnya single fighter dan emak-amak pula. Ditambah lagi disarjito tidak mewajibkan telanjang dada, jadi waktu itu masih boleh pakai baju daleman. Untunglah kulit tipis tak berlemakku ini tidak menyentuh logam mesin X-Ray yang dingin itu. Coba sih kalau kalian X-Ray terus kulit nempel mesinnya. UADEM...




Tidak membutuhkan banyak waktu 10.30 serangkaian tes hari ini kelar dan aku bisa keluar Sarjito. Namun sambil mengisi waktu sebelum jum'atan, pengen dong melihat dimana Lab 24 jam dimana besok harus kukumpulkan dahak. Sesuai instruksi dari petugas di Radiologi saat kutanya soal lab tersebut. beliau menjelaskan bahwa saya hanya harus turu lift 1 lantai dan ngikuti jalan. AKu yakin tidka akan sesimple yang beliau katakan. Secara beliau kerja disini jadi clue seperti itu cukup, tapi bagi orang awam? 


Nih kita turun  1 lantai menggunakan lift disisi kanan gedung. Iya benar, instruksi pertama beres. Keluar lift akan ada panah petunjuk dan kemudian kita akan disambut lorong. Ini kaya under pass deh..

keluar lift kita akan menemukan secercah cahaya dan plang tentunya. Sempat lama berderi menatap plank dengan banyaknya tanda panah dan tulisan disana. Mata tentunya fokus mencari lab 24 jam. Tidak ada dikanan, tak nampak dikiri, dan gak nemu di tanda panah atas. Ternyata pojok perempatan itu lah lokasi lab. Nih 




Ok fix kita udah nemu dan kita bisa beranjak dari Sarjito. Kalau ke jogja sendirian, pasti mampir dong di kost alamanda, samping FT UNY dijalan itu memang dulu tempat kos tapi sudah berbeda karena renovasi dan sekarang kos diperuntukkan buat cewek tapi ada yang tidak berubah di alamanda. Iya, ada Ardy Hudatama, tetangga kos (beda gang) aygn masih setia dengan Jogja. ya kami teman sekelas, satu organisasi dan tidak suka mengganggu privasi. Diapun terbuka dengan setiap kehadiran kawan-kawannya (menurutku) asal mengikuti rule dan batasan yang dia punya (dimana bumi dipijak disana langit dijunjung itu sih.

Cerita soal kondisi kami dan kawa-kawan satu kelas menjadi menu wajib yang selalu ada ditengah kami. KEmudian dia juga berusaha mencerna kisah-kisahku mengenai pelatihaan di New Zealand, gagal ke India, dan beasiswa Koreaku ini. AKu tahu ini bukan wilayah ayng dia tertarik didalamnya tapi dia berusaha senyum menikmati obrolan. Tak terasa 22.00 terlampaui dan dia melihat mataku yang sayu setelah perjalanana rajusan kilometer. Sebelum tidur bukukan botol pertama dan berusaha dahak dikamar mandi. Lama prosesnya, selesai dia tertawa mendengar suara orang yang dipaksa dahak. Iya lah susah orang gak batuk disuruh dahak. Paginya proses lebih lancar dan botol kedua didapatkan. Ya 07.30 dimana diperkirakan sudah ada orang dilab aku pamitan. Sesampainya di lab langsung kukumpulkan botol-botol tersebut dan kulaju motorku pulang. Dan benar belum dzuhur sudah kembali bisa bermain dengan anakdi rumah.

Senin pagi kusempatkan presensi kantor kemudian jam 06.10 ,melaju lagike Sarjito. bedanya senin ini sudah janjian dengan Pak kahrisma, salah satu penerimabesaiswa juga dari BKD Pemprov Jateng. Berasal dari daerah yang sama dan dari instansi yang sama, kami selama ini selalu saling bertukar kabar mengenai info atau sekedar progres kami masing-masing. Jam 09.00 sampai Sarjito beliau selesai dengan serangkaian tes, sedangkan saya harus menunggu sampai jam10 untuk bertemu dokter paru. Sayangnya hsil lab dahak (kebentuk sabtu minggu) jdai baru bisa keluar ba'da dzuhur. Proses penerbitan sertifikat berakhir jam 14.10 dan kembali pulang ke kantor tepat 17.30 bisa presensi pulang. Akhir adzan magrib membersamaiku memasuki rumah. Alhamdulillah.

Tuesday, June 30, 2020

BEASISWA KOREA #11: LoA (KOICA SCHOLARSHIP)

Masih belum begitu percaya kalau bisa LOLOS MCU, tapi ya Yang Maha Penyayang selalu punya kejutan disetiap episode kehidupan. Beberapa hari berselang emailpun masuk di inbox. Lagi-lagi dengan foto profil yang sangat familier, ya bu Yulia. Beliau kembali mengambil perhatian dan membuat jantunggku berdebar memompa dengan adrenalin yang meningkat. Ada 4 berkas yang dilampirkan, cuma yang paling menarik adalah ada Flight Itinerary. Disatu sisi seneng karena berasa udah didepan mata aja tuh Beasiswa, disisi lain jadi tambah was-was gegara berkas-berkas belum beres dan dari Pemda pasti butuh proses yang lebih panjang dibanding peserta lain dari kementrian apa lagi yang dari Privat sector dan NGO. Ni isinya 👀

BEASISWA KOREA #10: RESULT OF MCU (KOICA SCHOLARSHIP)

Pasca mendapatkan hasil lab siang harinya, semua ku periksa dan tidak ada yang sepesial hanya saja dibagian terakhir ada tulisan HBSag "Reaktif". Aku tahu ada yang tidak beres dan harusnya tidak seperti ini. Ok kita skip bagian yang agak personal ini, fokus MCU dan seleksi beasiswa KOICA. Esoknya, 6 Juni 2020, balik lagi ke rumah sakit dan mengambil hasil X-ray. balik ke bagian MCU, dan perawatpun mengatakan hal yang sama, bahwa semua OK kecuali HBSag. Saran beliau adalah menggunakan hasil lab tersebuit untuk konsuil dengan Spesialis Dalam, Hepatologi tepatnya. namun tetap aku memaksa pihak MCU Margono meneyelesaikan Certificate of Health dengan hasil seadanya dan menuliskan dalam form tersebut bahwa ada salah satu uji yang tidak sesuai dengan standar. Akhirnya berkas-berkas aku susun sebaik mungkin dan serapih mungkin. Cuma ini hal terbaik yang bisa dilakukan. dan selepas mengirimkan email hanya bisa pasrah. Yassalam.. udah rumah sakitnya gak sesuai Designed Hospital, hasilnya ada yang reaktif pula.. "udahlah, itung-itung latihan daftar beasiswa tahun ini. tahun depan bisa apply lagi", hiburku dalam hati.





yah pasca tes MCU pikiranku pecah antara berharap beasiswa dan waswas dengan kesehatan. sambil kunsul dengan dokter spesialis hepatologi, ternyata waktu berlalu dan dihari pengumuman 27 Juni ternyata molor hingga pada akhir bulan bu Yulia mengagetkan grup (mungkin cuma aku sih yang kaget) karena aku LOLOS padahal hasil MCU ada yang gak standar. Ya Robb, engkau adalah yang paling penyayang diantara para penyayang.. 💓



Friday, June 5, 2020

BEASISWA KOREA #09: MCU (KOICA SCHOLARSHIP)

Pasca mendapatkan pengumuman lolos second interview yang terjadwal 20 Mei 2020, giliran step berikutnya, Medical Check Up (MCU). Lama berselang, akhirnya di awal Juni email dari pihak International Health Care Center (IHCC) SoonChunHyang University Hospital Seoul. Tepat 1 Juni pukul 12.41, email masuk inbox bersama dengan empat lampiran yang berisi (1) Notice letter for health Check-up, (2) List of designated hospital for KOICA SP Medical Check-up, (3) Pre-consent form (4) Certificate of Health. Keempat berkas ini akan diperlukan untuk menyelesaikan seleksi MCU sebelum batasnya, 19 juni 2020. Ok lah, sekarang masalahnya adalah bagaimana mendapatkan Certificate of Health yang harus dilakukan di Rumah sakit yang sudah ditentukan (Designed Hospital)?? Sudah lihatkan di list tsb? Rumah sakitnya berada di kota-kota besar di Setiap negara target program KOICA. Jakarta? Surabaya? Wadaww… dalam kondisi mencekam gini gimana caranyaa?? Orang pada mau mudik pakai aja disuruh putar balik, Corona.. oh Corona..

Wednesday, May 20, 2020

BEASISWA KOREA #08: RESULT OF SECOND INTERVIEW UNIVERSITY (KOICA SCHOLARSHIP)



Selamat Hari Kebangkitan Nasional !!! 20 Mei merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi bangsa ini, hari dimana peristiwa ini disandarkan pada berdirinya organisasi pergerakan Boedi Oetomo 20 Mei 1908. Hari ini juga bersejarah sendiri buatku, seperti pada postingan sebelumnya sudah diunggah mengenai reschedule Koica Scholarship 2020, karena tepat pada hari ini pengumuman second interview harusnya diluncurkan.

Monday, April 27, 2020

BEASISWA KOREA #07: SECOND INTERVIEW UNIVERSITY (KOICA SCHOLARSHIP)

Setelah pengumuman Lulus Screening Document di KNUE😁, empat haripun diberikan sebelum second interview dilaksanakan. Terasa sangat singkat untuk mempersiapkan the final step yang sangat menentukan, interview with Professor. Namun kembali mood harus dibangun tahap demi tahap. Kamis malam dan Jum’at berlalu begitu saja dengan WFH yang mostly diisi dengan mentoring kelas training online dan sesekali membuka tugas anak-anak, malampun sama saja, hanya bisa membuka materi interview sekitar 30 menit dimalam hari dan rasa kantuk berat langsung menerpa (godaan.. oh godaan..👿). 

Thursday, April 23, 2020

BEASISWA KOREA #06: RESULT OF DOCUMENT SCREENING UNIVERSITY (KOICA SCHOLARSHIP)

Setelah berselang beberapa waktu dari interview KOICA Indonesia Office, akhirnya waktu pengumuman datang. Yups, menurut schedule KOICA 2020 untuk first batch pengumumannya 17 April. Dari proses screening documents Professor KNUE, tidak ada tanda apapun, baik nubuah dzohir atauoun batin (kalau di Indos*ar sok ada piring pecah sebagai pertanda😂). Ketika waktu yang ditentukan datang (sebulan WFH 😷), seharian dong aku bolak-balik cek smartphone, longok WA, dan klik refresh inbox email. Pagi gak ada, siang belum juga dan akhirnya sore dong pukul 16.28 (berdasarkan beberapa blog dan pengalaman pribadi, pengumuman itu dilakukan menjelang berakhirnya jam kerja) ku kontak mb Yulia, yang intinya menanyakan perihal announcement untuk document screening kampus yang seharusnya hari ini di publish. Dengan komunikatifnya beliau menginfokan bahwa terjadi perubahan schedule karena pandemi Covid-19.

Friday, April 17, 2020

BEASISWA KOREA #05: DOCUMENT SCREENING UNIVERSITY (KOICA SCHOLARSHIP)

Setelah berselang beberapa waktu dari interview KOICA Indonesia Office, tanggal 6 - 14 April 2020 adalah waktu yang direncanakan untuk screening documents KNUE. waktu tsb sepertinya sudah tidak adalagi kesempatan untuk para aplicants memperbaiki personal statements atau other documents. hanya bisa pasrah dan sesekali membuka email kalau kalau ada inbox masuk dan memint melengkapi berberapa berkas (ada info kalau fotocopy berkas harus dilegalisir oleh sworn translator , OMG aku pakai ijasah terjemahan kampus, sudahlah nasi udah jadi bubur). 

Sunday, April 5, 2020

BEASISWA KOREA #04: RESULT OF FIRST INTERVIEW KOICA ID

Pasca pengumuman document screen Koica Ind, 31 Maret 2020, sebenarnya ada hal menarik dalam emailnya. Dalam list wawancara Koica Ind tertulis semua wawancara akan dilaksanakan pada hari kamis, 2 April 2020.
1. Handong Global University (HGU) dilaksanakan pukul 10.00-10.15
2. Korea Development Institute (KDI) School dilaksanakan pukul 10.15-11.50
3. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dilaksanakan pukul 13.00-14.15
4. Korea National University of Education (KNUE) dilaksanakan pukul 14.15-14.30
5. Hallym University (HU) dilaksanakan pukul 14.30-15.10

Thursday, April 2, 2020

BEASISWA KOREA #03: FIRST INTERVIEW KOICA ID

pasca persiapan yang panjang hari H-1 pun datang. Yang awalnya mau ngantor gegara mau telpon KOICA dan gak jadi karena mba Yulia yang kooperatif banget, akhirnya ngantor juga karena mau nyiapin Skype di laptop, ngecek jaringan, dan cetak berkas aplikasi yang dulu dikirim. Hasil risetku sebelumnya mengenai tahap kedua ini, lebih memastikan keberadaan pelamar dan keseriusan dalam mendaftar beasiswa ini sebelum akhirnya akan diserahkan pada pihak kampus, KNUE, untuk memilih sebagai final Judgement. Pukul 09.00 bertolak dari rumah yang hanya berjarak sekitar 10 menit ke SMK, prioritasku adalah memasang skype dan mencetak dokumen. Entah kenapa batin ini belum tenang kalau belum coba si aplikasi ini. Melakukan simulasi jadi pilihan terbaikku. Skype ku pasang di laptop dan smartphone ku untuk memastikan kualitas cahaya dan kamera pas untuk momen ini. Kurang rempong lagi aku angkat bilik sekat persholatan buat jadi backgrund Vicon ku besok. Adzan Dzuhur terdengar dan harus ku sudahi persiapan ini karena sudah janji dengan istri untuk menjemputnya di KPP Pratama Purbalingga disambung belanja.

Wednesday, April 1, 2020

BEASISWA KOREA #02: RESULT OF DOCUMENT SCREENING KOICA ID

Hari itu, hari yang gak akan pernah aku lupa dalam sejarah hidup, disaat awal bulan mulai panik dengan Covid-19 👾 yang semakin gencar diberitakan dalam media dan harapan mendapatkan beasiswa yang semakin menipis dengan adanya kebijakan social distancing. Ditambah lagi keadaan ibu kota yang semakin banyak ODP, PDP, dan Pasien Positif Covid-19 akhirnya 26 Maret akses jalan masuk dan keluar ibu kota dengan diberhentikannya AKDP dan AKAP yang sebelumnya sudah dilakukan pembatasan KAI. Mau gimana hayoh?? beasiswa KOICA yang sudah dikirimkan berkasnya dari Februari sudah dikirimkan Setneg (seharusnya) ke KOICA (atau pada email mereka sih pihak KOICA yang akan mengambil berkas tsb di Kemensetneg. "Ya sudah coba tahun depan ajalah", bisikan hati nenangin diri, "yang penting sekarang sehat selamat dulu menghadapi wabah global ini".

Thursday, February 20, 2020

BEASISWA KOREA #01: DOCUMENT SCREENING KOICA ID

Setelah mendapatkan informasi dari email tersebut, hari-hari ku diisi dengan memotivasi diri dan mengumpulkan kepingan demi kepingan dokumen beasiswa KOICA. Ya memang sedari kuliah sudah ku pupuk jiwa Hunter ini, mulai dari beasiswa PPA/BBM, kejuaraan KTI, sampai posisi organisasi mahasiswa semua berusaha ku dapatkan. Pokoknya "Berjuang" dan "menyerah bukan pilihan" itu kedua motto yang coba kau dengam erat, sing penting Halal (kaya bumbu penyedap rasa. OK, dari Email aku googling soal KOICA dan nemu FB yang issinya:

Sunday, February 2, 2020

BEASISWA KOREA #00: PERKENALAN DENGAN KOICA 안녕하세요


Untuk seluruh Scholarship Hunters di seluruh penjuru Indonesia, pasti sudah bermimpi dong menginjakan kakinya di negara A, guling-guling diatas salju di negara B, atau unggah foto di tempat iconic negara C? seperti itu pula yang sering saya pikirkan namun itu semua bikan karena pengen jalan-jalan semata tapi lebih karena itu bentuk pencapaian dan prestasi dari yang sudah kita perjuangkan sebelumnya. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun belajar TOEFL, saat sudah buntu coba lari ke IELTS. Di IELTS gak ada progress lompat ke TOEIC (yassalam.. tapi ya namanya orang udah kepalang tanggung ya sudah dijalani saja). Gak bisa saya pungkiri banyak hal-hal baik yang bisa saya dapatkan dari sertifikat ITP saya ini seperti pengalaman menjadi peserta program Kemdikbud Overseas Training Teacher di Auckland University of Technology New Zealand (2017) dan menjadi peserta CERTIFICATE COURSE ON TRANSFORMING EDUCATIONAL ECOSYSTEM THROUGH BLENDED APPROACH program ITEC, India (meskipun setelah Accepten Letter dan Visa di tangan gagal berangkat gara-gara ditolak sistem ULA 😫).

Friday, December 13, 2019

GAGAL NGIKUTIN ISTRI KE INDIA

Setiap episode kehidupan itu akan selslu berisi kondisi dimana kita harus bersyukur dan bersabar. Setap kemudahan dan kelapangan akan menuju pada rasa syukur, syukur itu menjadikan kebaikan dan bernilai pahala. Setiap kesulitan dan kesempitan menuju pada rasa sabar, dan sabar merupakan kebaikan dan bernilai pahala dalam kehidupan. Di chapter kali ini, Alloh SWT memposisikanku dalam kondisi harus bersabar... Ya Innalloha maashobirin..

Kisah ini berawal dari diskusi antara suami istri yang sama suka jalan-jalan. Bedanya, tipis tapi kali ini kami sapakat mengambil program shortcourse ke India. Awal Juni kami berdua apply shorc coures tersebut. list bisa cek di website ya..

Fix dengan program masing-masing, akhirnya kami melengkapi dokumen dan mengirimkannya. FYI, istri ambil program bulan agustus dan aku sendiri apply yang desember. Why? pertama, biar gantian jaga anak. Kedua akhir tahun isrti banyak target laporan dari KPP Purbalingga tapi dia slow ditengah tahu, punya cuti tahunan juga yang bisa dimaksimalkan, sedangkan aku butuh proses panjang dan harus mencari waktu mendekati libur sekolah biar gak KBM efektif.

Ok, kita kaji dulu admission ITEC ya. Simple buat para scholarship hunter:

  1. Orang yang bekerja di pemerintahan, private and public sector, universitas, parastatals, chambers of commerce and industry
  2. Pengalaman kerja 3-5 tahun.
  3. Mampu berbahasa Inggris.
  4. Usia 25-45 tahun.
  5. Sehat secara fisik dan mental. 
Waktu itu mekanisme pendaftarannya adalah.

1. Kita mendaftar secara online di link https://itecgoi.in/meaportal/homepage.
2. Setelah kelar ngisi apliasi dan gak ada perubahan silahkan submit. Hasil PDF di unduh dan ditanda tangani oleh orang yang berwenang.
3. Kirimkan ke Kedutaan India di Rasuna Said Kuningan. Daerahnya banyak banget Kantor Kedubes Dunia jadi sambil liat-liat dan cuci mata.
4. Tunggu proses seleksi, dari Ministry of State Secretariat  kemudian nantinya jika terpilih, pihak Ministry akan menginformasikan ke Embassy untuk hasil tersebut. Biasanya 1 bulan sebelum program akan ada pengumuman.
5. Kalau dah lulus, Embassy nantinya akan menghubungi Anda untuk tahapan pengurusan ijin, visa dan seterusnya.

Terus musti ngapain aja??
1. Ambil jenis course yang diinginkan dari web ITEC.
2. Perhatikan tanggal course, MENDAFTARLAH 3 BULAN sebelum pelatihan dimulai biar ada proses yang proporsional utnuk panitia seleksi.
3. Create account di aplikasi pendaftaran online ITEC.
4. Print aplikasi pendaftaran (hasil aplikasi online),  mintalah tanda tangan atasan sesuai tingkatan pekerjaan Anda. Saat mendaftar saya menggunakan rekomendasi dari Dekan.
5. Siapkan juga nilai untuk tes TOEFL maupun IELTS. Istri pakai Prediction aja laku.
6. Bersiap untuk tes kesehatan. Formnya simple jadi waktu itu kami ambil didokter keluarga Faskes Kesehatan BPJS kami. It's OK
7. Bikin CV yang menarik tapi cukup 1 halaman aja.
8. Lampirkan bukti kepegawaian (yangmnejelaskan kita punya pengalaman kerja lebih dari 2 tahun)
9. Ijasah dan trasnkrip yang sudah di translite juga penting buat mendukung kita lulus program yang kita aplly.
10. Pastiin mengirim dengan benar dan lengkap karena aplikasi beasiswa online hanya akan diproses, jika berkas aplikasi hardcopy Anda sudah diterima Kedutaan India 

Seluruh tahapan proses akan diinformasikan melalui notifikasi ke email dan akhirnya di Agustus istri berhasil menuju Negeri Mahabarata https://www.instagram.com/stories/highlights/17885259373391791/.  Terus aku? Ya cuma sampai visa doang, karena terkendala gak punya cuti tahunan jadi gak bisa keluar ijin dan dinas..

Friday, March 8, 2019

3 POIN MENUJU 550

Pasca pelatihan guru di NZ, semangatku untuk mengejar beasiswa bertambah tinggi. Melantik diri sendiri sebagai Scholarship Hunter yang sudah bekerja sebagai seorang guru SMK dengan beban kerja dan juga bapak dari 2 orang balita yang selalu punya cara untuk mencuri perhatian bapaknya yang sedang belajar, kumulai petualangku mencari berbagai sumber belajar Bahasa Inggris. Pertimbanganpun dimulai dari memilih jenis tes yang akan kita lalui TOEFL ITP, iBT, TOEIC, atau IELTS? Bingung?? Pilih mana??? Coba aja semua!✌

Iya kucoba dari yang paling familier, ITP. Keistimewaannya adalah tes ini ada di UNSOED Purwokerto, kota yang terjangkau olehku hanya dengan 40 menit saja. Selain itu harganya juga relatif terjangkau, hanya Rp 500.000 saja. Namun sisi kekurangannya adalah adanya sertifikat ini hanya bisa berlaku di kawasan ASIA. Untuk target Australia, Eropa, dan Amerika perlu menggunakan sertifikat yang bersifat International seperti TOEFL iBT dan IELTS.✋

Setelah berkutat kurang lebih dua bulan dengan ITP, akhirnya awal 2018 kuberanikan mencoba mengikuti tersebut di UPT Bahasa UNSOED. Tahun 2018 tersebut semua masih manual. Kita datang mengisi form, membayar ke BNI dan kemudian bukti bayar tersebut kita berikan pada petugas administrasi. Beliau kemudian memberikan kartu tes yang harus kita isi dengan tulisan tangan dan foto.👤


Sebelum tes dimulai, H-1 (Sabtu, 10 Februari 2018) UPT mengadakan pembekalan untuk para peserta. Sayangnya sesi ini tidak bisa saya ikuti karena ada kepentingan lainnya. Pas hari H kita tinggal datang dengan KTP dan membawa ATK. Jangan lupa silent smartphone ya. Pas disana AC-nya berasa masuk kulkas. Dingin euy... 2 jam itu dihabiskan dengan beban berat memikirkan soal dan menggosok tangan untuk menambah kehangatan. Selesai ujian berharap mendapatkan nilai tinggi meskipun hasil TOEFL Prediction cuma 530. Kalau dari hasil reseach sih plus minus 10% (pengennya sih plus). Ketika hasil pengumuman ternyata hasilnya minusnya lebih dari 10%.👿


Cukup? tentu gak. Buat para Hunter pasti target terendahnya 550 dong. Yuk belajar lagi. Sampai disempetin beli bahan online 50 ribu ditoko online. Cukup bervariasi sih dapatnya dari mulai ITP sampai IELTS. Belajar dengan berbekal waktu disela-sela mengajar dan pasca anak-anak tidur dari pukul 21.00 - 23.00 WIB, menghadapi listening dan reading menjadi menu utama. Structure disetting diantara wakti kerja karena hanya butuh konsentrasi ayng relatif pendek beda dengan reading yang butuh fokusan jangka panjang. 👊

Satu dua hari, tiga empat minggu, lima enam bulan akhirnya awal 2019 mendaftar. Tahun ini sistemnya sudah lebih terkomputerisasi, mendapatkan form hasil cetakkan printer, kartu tes kali ini lebih baik dong... 👀

Dengan mengikuti sesi pembekalan berharap ada info berharga yang bisa menaikan poin. Malamnya gak ingin banyak menguras energi dan menurunkan konsentrasi, ku habiskan dengan listening seperti biasa kemudia tidur juga seperti biasa. Gak ada SKS (Sistem Kebut Semalam). Esoknya 60 menit sebelum tes dimulai ku parkirkan kendaraanku di UPT Bahasa Unsoed. Tidak menjadi peserta pertama yang datang, kulihat ada peserta lain yang sudah duduk di kursi tunggu depan ruang tes. FYI ruang tesnya nyaman banget. Disana pakai ruang kedap suara jadi suara dari luar dah kesortir dengan peredamnya yang nempel ditembok. Bagaikan bioskop pokoknya👍.Sempat liat tempat ujian TOEFL di tempat lain ruangannya bisa aja. Kayak Les-lesan 10 anak gitu. Proses tes seperti tahun lalu, AC super dingin dengan jumlah orang kurang dari 20 tapi bedanya tahun ini persiapan lebih baikd dengan mengenakan baju panjang dan sweater, dibawah juga pasang kaos kaki terhangat yang bisa dibawa. Keluar ujian dengan optimis, dua minggu waktu tunggu itu aku habiskan dengan menghayal 577 angkat yang ideal untukku. Namun takdir berkehendak lain. JAUH, bahkan 550 pun masih kurang 3 poin. 😂😂😂


Wednesday, November 29, 2017

Pelatihan Guru Vokasi di NZ



Program Pelatihan untuk Pendidik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) banyak digalakan oleh pemerintah, salah satrunya TAMAN. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bekerjasama dengan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri dan Pemerintah New Zealand melalui Auckland University of Technology. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 16 oktober s.d 3 November 2017.